Deretan Mitos Populer yang Dipercaya Banyak Orang, dari Bunglon hingga Atlantis

Beragam mitos populer yang dipercaya banyak orang ternyata keliru. Dari bunglon, petir, hewan, hingga legenda Atlantis, sains mengungkap fakta sebenarnya.(pixabay/eyeonicimages)

DENPASAR, Nusainsight.com - Banyak orang tumbuh dengan mempercayai beragam mitos yang terdengar masuk akal, padahal sains telah membuktikan sebaliknya. Salah satunya soal bunglon. Hewan ini kerap disebut berubah warna demi kamuflase, padahal perubahan warna kulit bunglon juga berkaitan dengan suasana hati, dominasi pejantan, agresivitas, serta adaptasi suhu tubuh. Bunglon yang kedinginan akan menggelap untuk menyerap panas, sementara yang kepanasan justru memucat.

Mitos lain yang kerap beredar adalah koin yang dijatuhkan dari gedung pencakar langit bisa mematikan. Penelitian menunjukkan koin tidak mampu mengumpulkan kecepatan berbahaya karena hambatan udara dan putaran saat jatuh. Begitu pula dengan kepercayaan arah putaran air toilet di belahan bumi selatan. Ukuran toilet terlalu kecil untuk dipengaruhi rotasi bumi; arah putaran justru ditentukan desain mangkuk dan tekanan air.

Ungkapan “petir tidak menyambar tempat yang sama dua kali” juga keliru. Petir justru sering menyambar titik tinggi dan runcing berulang kali. Gedung Empire State tercatat tersambar petir hampir 100 kali dalam setahun. Mitos lain menyebut kelelawar buta, padahal hewan ini memiliki penglihatan malam yang baik dan mengombinasikannya dengan ekolokasi.

Soal ingatan ikan mas yang hanya tujuh detik juga tidak benar. Faktanya, ikan mas mampu mengingat informasi hingga berbulan-bulan. Burung tidak akan meninggalkan anaknya meski disentuh manusia karena sebagian besar burung memiliki indra penciuman yang lemah. Burung unta pun tidak mengubur kepala ke pasir; bentuk tubuhnya saja yang menciptakan ilusi visual.

Dalam dunia hewan, tidak selalu ada serigala alfa seperti yang sering digambarkan. Serigala liar hidup dalam struktur keluarga, dengan induk sebagai pemimpin alami. Burung hantu juga tidak bisa memutar kepala 360 derajat, meski mampu memutarnya lebih dari 180 derajat berkat struktur leher khusus.

Sejumlah mitos tentang manusia pun masih dipercaya, mulai dari anggapan manusia hanya memakai 10 persen otak, permen karet butuh tujuh tahun untuk dicerna, hingga larangan berenang setelah makan. Penelitian modern membuktikan semua itu tidak sepenuhnya benar.

Sementara itu, legenda Kraken dan Atlantis menunjukkan bagaimana mitos kadang terinspirasi dari kejadian nyata. Penemuan cumi-cumi raksasa hidup pada 2004 dan 2012 membuktikan makhluk laut raksasa memang ada, meski tidak sefantastis cerita rakyat. Atlantis sendiri masih menjadi perdebatan, kemungkinan terinspirasi dari kota kuno yang tenggelam akibat bencana alam.(NI 01)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال