![]() |
| Memasuki usia 40 tahun, perubahan fisik dan penurunan fungsi organ tubuh kerap menjadi tantangan tersendiri.(pixabay/jmp_janosmezeiphoto) |
JAKARTA, Nusainsight.com - Memasuki usia 40 tahun, perubahan fisik dan penurunan fungsi organ tubuh kerap menjadi tantangan tersendiri. Praktisi kesehatan, dr. Erta, mengungkapkan bahwa penurunan kesehatan di usia 40-an tidak semata-mata dipicu oleh faktor penambahan usia, melainkan akibat kebiasaan buruk yang dilakukan secara terus-menerus.
"Umur memang tidak bisa ditawar, tetapi banyak penurunan fungsi tubuh yang terjadi karena kebiasaan yang kita lakukan berulang kali," tegas dr. Erta.
Berikut adalah delapan kebiasaan yang secara perlahan dapat merusak kondisi fisik jika tidak segera diubah, yakni duduk terlalu lama olahraga selama satu jam setiap hari tidak serta-merta menghapus dampak buruk dari duduk selama 8 hingga 10 jam. Tubuh membutuhkan pergerakan aktif yang konsisten sepanjang hari.
Meninggalkan latihan kekuatan massa dan kekuatan otot akan menurun seiring bertambahnya usia jika tidak diberi stimulasi. Meski jalan kaki sangat baik, otot tubuh tetap memerlukan latihan beban atau tahanan.
Waktu tidur terlalu short/pendek Kurang tidur kronis dapat mengganggu proses pemulihan organ, kestabilan tekanan darah, suasana hati, nafsu makan, hingga kontrol metabolik.
Kekurangan asupan protein mempertahankan massa otot di atas usia 40 tahun menjadi hal yang sangat krusial. Asupan protein dapat dipenuhi dari telur, ikan, ayam, susu, tahu, maupun tempe.
Menjadikan berat badan satu-satunya indikator bentuk tubuh ideal atau badan kurus tidak menjamin kondisi tubuh sehat secara medis. Seseorang yang tampak kurus masih berisiko mengalami tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, atau gangguan lipid.
Tetap merokok atau vaping gaya hidup merokok dan vaping memberikan dampak buruk yang sangat signifikan terhadap kesehatan pembuluh darah serta organ paru-paru.
Jarang melakukan pemeriksaan kesehatan (Medical Check-Up) Penyakit kronis seperti hipertensi, prediabetes, gangguan lipid, hingga gangguan ginjal sering kali berkembang tanpa gejala pada fase awal.
Mengalami stres kronis tanpa recovery stres berkepanjangan yang tidak dikelola dengan baik dapat merusak pola tidur, mengacaukan pola makan, dan mengganggu kesehatan mental secara menyeluruh.
Untuk memperbaiki pola hidup, dr. Erta menyarankan agar tidak mengubah kedelapan kebiasaan tersebut secara bersamaan guna menghindari rasa jenuh atau kelelahan (burnout).
Pilihlah satu langkah paling realistis untuk dijalankan secara konsisten selama dua minggu. Contohnya dengan menambahkan dua sesi latihan kekuatan per minggu, memajukan jam tidur, atau membiasakan diri berdiri sejenak setiap satu jam kerja. Keberhasilan pola hidup sehat tidak hanya diukur dari angka timbangan, melainkan dari peningkatan stamina, kekuatan otot, kualitas tidur, dan stabilitas tekanan darah.(NI 01)
