Bukan Mistis, Ini Fakta Ilmiah di Balik Mitos Pohon Beringin dan Mitos Pemali

Mitos mengenai pohon beringin yang sering dikaitkan dengan hal gaib dan markas makhluk halus kini berhasil terpatahkan oleh fakta sains modern. (pixabay/dezalb)
Mitos mengenai pohon beringin yang sering dikaitkan dengan hal gaib dan markas makhluk halus kini berhasil terpatahkan oleh fakta sains modern. (pixabay/dezalb)

DENPASAR, Nusainsight.com - Mitos mengenai pohon beringin yang sering dikaitkan dengan hal gaib dan markas makhluk halus kini berhasil terpatahkan oleh fakta sains modern. Berdasarkan penelusuran ilmiah, sensasi merinding serta kesan mistis di sekitar pohon beringin ternyata merupakan dampak dari reaksi biologis serta kondisi mikroiklim lingkungan.

Kanopi pohon beringin yang sangat lebat terbukti mampu meningkatkan kelembapan udara hingga 20 persen sekaligus memblokir radiasi sinar matahari secara drastis. Penurunan suhu udara yang anjlok secara mendadak, dipadukan dengan cahaya remang-remang di bawah pohon, memicu manipulasi psikologis pada otak manusia. Sugesti horor yang tertanam sejak kecil membuat sensasi dingin dan penurunan suhu tersebut disalahartikan sebagai keberadaan makhluk gaib.

Selain membentuk iklim mikro, pohon beringin memiliki peran ekologis yang sangat vital bagi lingkungan perkotaan maupun pedesaan. Pohon ini berfungsi layaknya mesin pendingin alami yang memompa oksigen secara masif. Lebih dari itu, sistem perakaran beringin bertindak sebagai spons hidrologis ulung yang mampu menyerap curah hujan ekstrem, mengunci cadangan air tanah, dan mencegah terjadinya banjir bandang serta kekeringan sumur warga.

Tradisi leluhur seperti pemberian sesajen dan aturan pemali di sekitar pohon beringin juga dinilai sebagai bentuk kearifan lokal yang jenius. Mitos dan ketakutan yang dibangun masa lalu sejatinya berfungsi sebagai undang-undang konservasi tak tertulis. Strategi psikologis tersebut berhasil melindungi pohon-pohon vital dari ancaman pembalakan liar tanpa harus mengerahkan petugas keamanan.

Penjelasan ilmiah ini membuktikan bahwa budaya dan sains sebenarnya berjalan selaras dalam upaya menjaga kelestarian alam. Kesadaran masyarakat diharapkan dapat bergeser dari sekadar rasa takut mistis menjadi apresiasi terhadap fungsi ekologis pohon beringin sebagai infrastruktur hijau penunjang kehidupan.(NI 01)


Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال