Fakta di Balik Susu Kental Manis Saat Ramadhan, Hanya Pelengkap Bukan Sumber Gizi Utama

Fakta susu kental manis saat Ramadhan, ternyata bukan sumber gizi utama. Simak kandungan gula, dampak kesehatan, dan tips konsumsi bijak menurut Kemenkes RI.(Pixabay/TheUjulala)


DENPASAR, Nusainsight.com - Bulan Ramadhan membuat susu kental manis (SKM) laris di pasaran. Banyak warga memanfaatkannya sebagai campuran minuman pembuka puasa karena rasanya manis dan menyegarkan, terlebih saat dicampur es. Namun, di balik popularitasnya, ada fakta susu kental manis yang perlu dipahami masyarakat.

Susu kental manis ternyata bukan sumber gizi utama, melainkan pelengkap sajian dengan kandungan gula yang tinggi. SKM sering dianggap sebagai minuman bergizi yang cocok untuk semua usia. Padahal, produk ini berbeda dengan susu cair maupun susu formula.

SKM lebih tepat digolongkan sebagai pelengkap makanan atau minuman karena kandungan gulanya yang tinggi. Penggunaan SKM sebagai pengganti susu formula atau susu cair untuk anak-anak adalah sebuah kesalahan. Kandungan gizi SKM tidak mencukupi kebutuhan nutrisi anak yang sedang tumbuh.

Dalam 100 gram SKM terkandung sekitar 320–340 kalori energi, 8–10 gram lemak, 7–8 gram protein, serta 55–60 gram karbohidrat yang didominasi gula. Kandungan kalsiumnya sekitar 200 mg. Artinya, lebih dari separuh komposisinya adalah gula.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengingatkan masyarakat untuk membatasi konsumsi gula tambahan, termasuk dari SKM. Asupan gula berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga kerusakan gigi.

Konsumsi SKM secara berlebihan juga berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan, resistensi insulin, serta peningkatan kadar trigliserida dan kolesterol jahat (LDL). Bahkan, jika terlalu sering dikonsumsi, SKM bisa menggantikan asupan makanan bergizi lain sehingga memicu kekurangan vitamin dan mineral penting.

Masyarakat tetap boleh menikmati SKM, tetapi harus bijak. Gunakan sebagai pelengkap rasa, bukan minuman utama. Perhatikan label gizi, batasi takaran, dan kombinasikan dengan makanan kaya serat serta protein.

Untuk kebutuhan nutrisi harian, pilih alternatif yang lebih sehat seperti susu sapi segar, susu rendah lemak, susu nabati yang diperkaya kalsium, atau yogurt. Dengan memahami fakta susu kental manis, masyarakat dapat menjalani Ramadhan lebih sehat tanpa mengorbankan kenikmatan berbuka.(NI 01)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال