![]() |
| Bawaslu Badung menggelar konsolidasi demokrasi di SMAN 1 Kuta dengan menyasar guru ASN, menekankan pentingnya netralitas ASN dalam lingkungan pendidikan.(Bawaslu Badung) |
Badung, warnaberita.com – Demokrasi tidak selalu lahir dari forum besar atau panggung resmi. Nilai-nilainya justru kerap tumbuh dari ruang sederhana, tempat keteladanan dipraktikkan setiap hari. Semangat itu terlihat dalam kegiatan Konsolidasi Demokrasi yang digelar Bawaslu Kabupaten Badung di ruang guru SMAN 1 Kuta, Rabu (4/2/26).
Bawaslu Badung menyasar guru Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman demokrasi berintegritas, khususnya terkait penerapan aturan netralitas ASN di lingkungan pendidikan. Kegiatan ini dikemas berbeda dari biasanya, yakni melalui diskusi santai namun sarat makna.
Diskusi tersebut dipandu langsung oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Badung, Rachmat Tamara, bersama salah satu guru ASN SMAN 1 Kuta, Ibu Eka Puji. Percakapan berlangsung interaktif dan terbuka, membahas peran strategis guru sebagai ASN yang berinteraksi langsung dengan generasi muda.
Dalam dialog, Rachmat Tamara menggali sejauh mana pemahaman guru terhadap batasan sikap dan tindakan ASN dalam konteks demokrasi dan pemilu.
“Ibu sebagai ASN, kira-kira apakah ibu mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan ASN,” ujar Rachmat Tamara sebagai pemantik diskusi.
Menanggapi hal tersebut, Eka Puji menegaskan bahwa dirinya telah memahami regulasi netralitas ASN. Ia menyebutkan, para guru di SMAN 1 Kuta juga telah bersepakat menjaga komitmen tersebut melalui Pakta Integritas.
“Kami sudah mengetahui aturan netralitas ASN dan berusaha menerapkannya. Bersama guru-guru lain, kami juga membuat Pakta Integritas agar komitmen ini benar-benar dijaga,” ungkap Eka Puji.
Eka Puji juga mengapresiasi langkah Bawaslu Badung yang menyasar kalangan pendidik. Menurutnya, konsolidasi demokrasi semacam ini menjadi pengingat penting agar ASN tetap konsisten menjalankan aturan, terutama menjelang momentum politik.
Diskusi hangat tersebut berlangsung di ruang guru dengan suasana akrab. Bawaslu Kabupaten Badung turut menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah yang telah mendukung dan memfasilitasi kegiatan tersebut.
Melalui konsolidasi demokrasi ini, Bawaslu Kabupaten Badung berharap para guru ASN semakin memahami prinsip netralitas, mampu menegakkannya secara konsisten, serta menjadi teladan bagi peserta didik dan lingkungan sekitar dalam mewujudkan demokrasi yang berintegritas, adil, dan bermartabat.(NI 01)
