Sinergi Lintas Pihak Dinilai Jadi Kunci Penanganan Sampah di Pantai Kuta

Ketua Komisi IV DPRD Badung, I Nyoman Graha Wicaksana. 

MANGUPURA, Nusainsight.com – Sorotan Presiden Prabowo Subianto terhadap tumpukan sampah di kawasan wisata Kuta mendapat respons dari tokoh Kuta sekaligus Ketua Komisi IV DPRD Badung, I Nyoman Graha Wicaksana. Ia menilai perhatian pemerintah pusat menjadi momentum memperkuat penanganan persoalan sampah yang selama ini berulang di Pantai Kuta.

Graha Wicaksana menegaskan persoalan sampah di Pantai Kuta bukan masalah baru. Fenomena ini kerap terjadi, terutama saat musim angin barat yang membawa sampah kiriman dari hulu ke kawasan pesisir. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan serius melalui kerja bersama berbagai pihak.

“Masalah sampah di Pantai Kuta ini masalah lama dan selalu berulang, terutama saat musim angin barat. Masalah ini sangat kompleks sehingga butuh sinergi dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, kalangan pariwisata, masyarakat, maupun perguruan tinggi” kata Grah Wicaksana.

Ia mengungkapkan Pemkab Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan telah rutin mengambil langkah nyata untuk membersihkan kawasan pantai. Namun faktor alam dan posisi geografis Kuta sebagai wilayah hilir membuat sampah terus berdatangan meskipun sudah ditangani secara berkala.

Sampah kiriman umumnya berupa kayu, ranting pohon, serta plastik yang terbawa arus laut dan sungai. Fenomena ini biasanya terjadi pada akhir tahun hingga awal tahun berikutnya, sehingga memerlukan strategi penanganan yang lebih terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Pantai Kuta di posisi hilir sehingga perlu ada sinergi dengan pihak terkait untuk turut mengurangi sampah di hulu,” kata Graha Wicaksana.

Menurutnya, diperlukan langkah strategis, termasuk pemanfaatan teknologi pengolahan sampah yang lebih efektif. Pemkab Badung dapat menggandeng perguruan tinggi untuk mencari inovasi penanganan sampah kiriman agar tidak terus menumpuk di pesisir.

Selain itu, ia menekankan pentingnya membangun budaya masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Upaya ini harus dilakukan secara konsisten karena perubahan perilaku membutuhkan waktu panjang dan keterlibatan semua pihak.

“Jadi, selain langkah jangka pendek untuk penanganan segera sampah di Pantai Kuta, juga perlu dibarengi langkah jangka panjang untuk membangun kultur masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai dan sejenisnya,” kata mantan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Kuta ini.

Graha Wicaksana juga mengapresiasi kesigapan TNI/Polri bersama warga yang turun langsung membersihkan sampah di Pantai Kuta dalam beberapa hari terakhir. Ia menilai aksi gotong royong tersebut menunjukkan kepedulian kolektif terhadap kebersihan kawasan wisata unggulan Bali.

“Ini sebenarnya sudah sering juga dilakukan tiap kali sampah kiriman datang. Hanya saja karena volumenya terlalu besar dan terus berdatangan, belum semua bisa ditangani,” kata Graha Wicaksana.

Ia berharap momentum perhatian publik dan pemerintah pusat mampu mendorong lahirnya kebijakan yang lebih komprehensif, sehingga penanganan sampah di Pantai Kuta tidak lagi bersifat sementara, tetapi berkelanjutan dan sistematis.(NI 01)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال