Pemkab Buleleng Percepat Perbaikan Jalan dan Penataan Kota, Fokus Konektivitas dan Keselamatan

Pemkab Buleleng mempercepat perbaikan infrastruktur jalan dan penataan kota tahun 2026 untuk meningkatkan konektivitas, keselamatan, dan mengurangi kemacetan.

BULELENG, Nusainsight.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng mempercepat perbaikan infrastruktur jalan sebagai prioritas utama pembangunan daerah tahun ini. Di bawah kepemimpinan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna, peningkatan kualitas jalan diarahkan untuk memperlancar konektivitas antarwilayah, mengurangi kemacetan, serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Sejumlah ruas strategis mulai direalisasikan sejak awal tahun 2026, salah satunya perbaikan Jalan Pulau Menjangan. Ruas ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Buleleng menjawab kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur jalan yang layak dan aman.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra, mengatakan tahun ini menjadi momentum dimulainya berbagai program strategis infrastruktur.

“Dinas PUPR mendapat penugasan langsung dari Bupati untuk melaksanakan perbaikan infrastruktur jalan, gedung, serta penataan kawasan secara terencana dan bertahap,” ujarnya saat ditemui Senin (02/02).

Untuk peningkatan dan pemeliharaan jalan, Dinas PUPR akan menangani sejumlah ruas yang selama ini mengalami kerusakan dan menjadi keluhan masyarakat. Beberapa di antaranya Jalan Merak, Mengening, Bebetin, Tamblang, hingga Gerokgak. Penanganan dilakukan melalui pemeliharaan rutin hingga pelapisan hotmix sesuai kondisi masing-masing ruas.

Selain jalan, pelebaran jembatan juga menjadi fokus guna mendukung kelancaran arus lalu lintas. Sejumlah jembatan strategis seperti Jembatan Sangket dan jembatan Tukad Banyumala di kawasan Banyuasri disiapkan untuk dilebarkan. “Untuk Jembatan Sangket, tahun ini difokuskan pada penyusunan Detail Engineering Design (DED) karena bentangnya cukup panjang dan membutuhkan kajian teknis mendalam”, jelas Adiptha.

Pemkab Buleleng juga menyiapkan pelebaran Jalan Laksamana Barat hingga kawasan Pemaron, termasuk perencanaan pelebaran jembatan sempit yang selama ini menjadi titik rawan kemacetan.

Sejalan dengan itu, penataan kawasan Titik Nol Singaraja mulai dilaksanakan. Proses tender telah berjalan melalui LPSE dan ditargetkan pekerjaan dimulai Februari dengan masa kerja sekitar lima bulan. Penataan kawasan ini tidak hanya berorientasi pada estetika kota, tetapi juga penanganan banjir melalui pelebaran dan pendalaman saluran air.

“Beban air di kawasan kota akan dikurangi dengan membuka jalur ke arah barat, sehingga potensi banjir dapat ditekan,” ungkap Adiptha.

Untuk mendukung wajah kota yang lebih tertata, seluruh kabel utilitas, mulai dari jaringan listrik hingga telekomunikasi, akan ditanam di bawah tanah. Langkah ini diharapkan menciptakan lingkungan perkotaan yang bersih, rapi, dan nyaman.

Dinas PUPR juga menyiapkan penataan kawasan heritage dengan menghubungkan sejumlah titik bersejarah seperti Puri Sukasada, Museum Lontar Gedong Kirtya, Puri Buleleng, hingga galeri UMKM. Kantor Bupati Buleleng pun akan direstorasi dengan mengembalikan desain arsitektur aslinya.

“Ini restorasi, bukan renovasi biasa. Bentuk asli bangunan dikembalikan karena memiliki nilai sejarah tinggi dan menjadi ciri khas Buleleng,” tegasnya.(NI 01)


Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال