![]() |
| Konflik di Timur Tengah berdampak pada penerbangan internasional di Bandara Ngurah Rai Bali. Sejumlah rute ke Dubai, Doha, dan Abu Dhabi ditunda hingga dibatalkan akibat penutupan ruang udara.(NI 01) |
MANGUPURA, Nusainsight.com - Memanasnya situasi di Timur Tengah menyusul serangan yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran mulai berdampak pada sektor penerbangan internasional, termasuk di Bali. Sejumlah penerbangan rute Timur Tengah dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mengalami penundaan hingga pembatalan akibat penutupan ruang udara di beberapa negara.
Meski terjadi penyesuaian jadwal pada beberapa penerbangan internasional, operasional bandara secara umum tetap berjalan normal. Layanan kebandarudaraan di bandara yang terletak di kawasan Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung ini masih berlangsung seperti biasa.
Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi membenarkan adanya penyesuaian jadwal penerbangan tersebut. Menurutnya, pembaruan kondisi operasional penerbangan per Minggu, 1 Maret pukul 11.00 WITA menunjukkan beberapa penerbangan terdampak.
“Sehubungan dengan penutupan ruang udara di sejumlah negara, dapat kami sampaikan bahwa terdapat sejumlah rute penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang mengalami penundaan penerbangan dan/atau penyesuaian jadwal penerbangan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak mengganggu operasional bandara secara keseluruhan.
“Namun demikian, operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali secara umum tetap berjalan dengan normal,” tambahnya.
Berdasarkan data hingga Minggu (1/3) pukul 11.00 WITA, terdapat lima penerbangan internasional yang mengalami penyesuaian jadwal. Rinciannya yaitu Etihad EY477 rute Denpasar–Abu Dhabi yang dijadwalkan berangkat pukul 18.45 WITA pada 28 Februari mengalami penundaan. Sementara itu, penerbangan Emirates EK369 rute Denpasar–Dubai dan Qatar Airways QR963 rute Denpasar–Doha yang dijadwalkan berangkat pada malam 28 Februari dibatalkan.
Selain itu, dua penerbangan pada 1 Maret juga mengalami pembatalan yakni Emirates EK399 rute Denpasar–Dubai dengan jadwal keberangkatan 00.25 WITA serta Qatar Airways QR961 rute Denpasar–Doha yang dijadwalkan berangkat pukul 00.30 WITA.
Manajemen InJourney Airports selaku pengelola bandara terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, terutama dengan maskapai penerbangan untuk memperbarui jadwal penerbangan serta menangani penumpang yang sudah berada di bandara.
Selain itu, pihak bandara juga berkoordinasi dengan AirNav Indonesia untuk memantau kondisi ruang udara yang terdampak. Koordinasi juga dilakukan dengan aparat keamanan guna memastikan situasi di area bandara tetap kondusif.
Data maskapai mencatat jumlah calon penumpang dari lima penerbangan yang mengalami penyesuaian jadwal tersebut mencapai 1.631 orang. Seluruh penumpang telah mendapatkan penanganan sesuai dengan kebijakan masing-masing maskapai.
Pihak bandara pun mengimbau para calon penumpang agar terus memantau perkembangan informasi penerbangan melalui maskapai masing-masing.
“Kami mengimbau kepada calon penumpang pesawat udara untuk terus berkomunikasi dengan maskapai penerbangan untuk pembaharuan informasi jadwal penerbangan,” jelasnya.
Untuk membantu penumpang memperoleh informasi terbaru, pihak bandara juga menyediakan help desk di Lantai 2 Terminal Keberangkatan Internasional serta layanan contact center 172 yang dapat dihubungi guna mendapatkan pembaruan informasi penerbangan.(NI 01)
