![]() |
| Pura Amarta Jati di Malang menjadi destinasi wisata religi ikonik di Pantai Balekambang. Dijuluki Tanah Lot-nya Jawa Timur, menawarkan pesona spiritual dan budaya. |
MALANG, Nusainsight.com - Kabupaten Malang tidak hanya dikenal dengan bentang alam pegunungan yang sejuk, tetapi juga menyimpan pesona spiritual di pesisir selatannya. Salah satu destinasi ikonik yang mencuri perhatian wisatawan adalah Pura Amarta Jati. Berada di atas Pulau Ismoyo, pura ini kerap dijuluki sebagai “Tanah Lot-nya Malang” karena kemiripan lanskap dan nuansa magisnya dengan Tanah Lot.
Berdiri sejak 1985, Pura Amarta Jati menjadi simbol harmoni spiritual umat Hindu di Jawa Timur. Pura ini berdiri kokoh di atas batu karang besar yang langsung menghadap Samudra Hindia. Deburan ombak yang menghantam tebing karang menghadirkan suasana sakral sekaligus menenangkan bagi para pengunjung yang datang untuk beribadah maupun berwisata.
Akses menuju pura ini juga menghadirkan pengalaman tersendiri. Wisatawan harus melewati jembatan panjang yang menghubungkan Pantai Balekambang dengan Pulau Ismoyo. Jembatan tersebut menciptakan transisi dramatis dari keramaian pantai menuju suasana tenang dan khusyuk di area pura.
Tidak hanya menjadi ikon wisata, Pura Amarta Jati juga menjadi pusat aktivitas keagamaan yang terus hidup. Berbagai tradisi rutin digelar, termasuk Suraan dan upacara Jalanidipuja yang sarat makna spiritual. Upacara Jalanidipuja menjadi daya tarik tersendiri karena melibatkan prosesi larung sesaji ke laut sebagai simbol penyucian diri dan ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta.
Prosesi ini menghadirkan pemandangan yang memukau. Umat mengenakan pakaian adat berwarna-warni, berpadu dengan lantunan doa yang khidmat di tepi samudra. Momen tersebut tidak hanya memperkuat nilai spiritual, tetapi juga menjadi daya tarik budaya yang menyentuh hati wisatawan.
Keberadaan Pura Amarta Jati memperkaya daya tarik wisata Kabupaten Malang. Pantai Balekambang pun tidak lagi sekadar destinasi wisata alam, tetapi berkembang menjadi wisata religi dan budaya yang lengkap. Hal ini sekaligus mencerminkan kuatnya nilai toleransi dan keberagaman di tengah masyarakat.
Bagi wisatawan, waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat pagi hari atau menjelang matahari terbenam. Cahaya keemasan yang menyinari pura menciptakan panorama indah, berpadu dengan suara ombak yang menenangkan. Suasana di Pulau Ismoyo memberi ruang refleksi bagi siapa saja yang ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan.(NI 01)
