5 Minuman Minimarket Ini Diam-Diam Merusak Ginjal

Waspada, 5 minuman minimarket ini bisa merusak ginjal dan picu cuci darah di usia muda. Simak penjelasan dr. Erta.(Pixabay/igorovsyannykov)

DENPASAR, Nusainsight.com - Fenomena meningkatnya pasien muda di unit cuci darah kini menjadi sorotan. Kondisi ini tak lagi didominasi kelompok lanjut usia, melainkan juga generasi produktif. Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Erta mengungkapkan, pola konsumsi harian, khususnya minuman kemasan, menjadi salah satu pemicu utama.

"Pernah nggak kepikiran, kenapa sih sekarang antrean di unit cuci darah itu isinya bukan cuma kakek-nenek lagi, tapi anak muda yang seharusnya itu lagi asyik nongkrong? Fenomena ini bukan karena kutukan atau kurang beruntung, tapi sering kali karena apa yang kita teguk sambil scroll HP tiap hari," ungkapnya.

Dalam penjelasannya, dr. Erta memperkenalkan diri sekaligus mengajak masyarakat lebih jujur terhadap kebiasaan konsumsi sehari-hari. "Hari ini kita harus jujur-jujuran soal isi kulkas minimarket yang mungkin sedang mengincar ginjal kamu," katanya.

Ia kemudian mengibaratkan fungsi ginjal seperti alat penyaring yang bekerja tanpa henti. "Ginjal kita itu ibarat saringan kopi yang sangat halus. Tugasnya menyaring racun 24 jam nonstop tanpa minta uang lembur. Bayangkan kalau saringan halus itu setiap hari dipaksa menyaring sirup kental yang penuh dengan bahan kimia. Lama-lama saringannya mampet dan jebol juga, kan?" jelasnya.

Ada lima jenis minuman yang disebut berisiko tinggi jika dikonsumsi berlebihan. Pertama, minuman bersoda dengan kandungan gula sangat tinggi yang dapat membebani kerja ginjal secara terus-menerus. Kedua, minuman energi yang mengandung kafein dan pemanis buatan dalam kadar tinggi, berpotensi merusak pembuluh darah terutama saat tubuh dehidrasi.

Ketiga, teh kemasan yang sering disalahartikan sebagai minuman sehat, padahal didominasi gula. Keempat, minuman serbuk instan yang mengandung pewarna dan pengawet sehingga memperberat proses filtrasi ginjal. Terakhir, kopi susu dan boba yang mengandung kalori serta gula tinggi dalam bentuk cair.

Sebagai penutup, dr. Erta mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan ginjal sejak dini. "Menjaga ginjal itu murah, yang mahal itu kalau kita harus bergantung pada mesin cuci darah seumur hidup. Tubuh kita punya kapasitas, dan ginjal nggak punya cadangan kalau sudah rusak permanen. Mulai besok, bawa botol minum sendiri isi air putih bening. Rasanya tawar, tapi efeknya manis buat masa depanmu," paparnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih sadar dan terbuka terhadap kebiasaan konsumsi. "Kira-kira dari 5 minuman tadi, mana yang paling susah kamu tinggalkan? Coba jujur di kolom komentar, siapa tahu kita bisa cari solusinya bareng-bareng. Bagikan video ini ke teman-temanmu yang hobi jajan minuman manis sebelum terlambat," tambahnya.(NI 01)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال