DENPASAR, Nusainsight.com - Di tengah pesatnya modernisasi bangunan dan alih fungsi lahan di Pulau Dewata, tata cara pembangunan rumah berbasis kearifan lokal Bali kini kembali digalakkan demi menjaga keseimbangan spiritual dan estetika arsitektur tradisional.
Berdasarkan naskah kuno kesusastraan Hindu, Asta Kosala Kosali, penentuan letak pintu gerbang (angkul-angkul) tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena diyakini memengaruhi sirkulasi energi, rezeki, serta keharmonisan bagi penghuni rumah. Dalam sosialisasi yang dibagikan secara digital tersebut, dicontohkan rumus perhitungan khusus bagi pemilik tanah yang posisi pekarangannya berada di sebelah barat jalan, di mana pintu utama rumah diatur agar menghadap ke arah timur.
Metode perhitungan tradisional ini dimulai dengan mengukur lebar total karang atau lahan bagian depan yang menghadap ke timur. Setelah mendapatkan ukuran bersih, hasil panjang lahan tersebut wajib dibagi menjadi sembilan bagian yang sama besar. Sembilan area ini merepresentasikan sembilan zona atau nilai kualitas pekarangan yang berbeda.
Untuk menentukan titik ideal, pemilik rumah harus berdiri menghadap ke arah timur. Penghitungan kesembilan zona tersebut kemudian dimulai dari sisi paling kiri, yaitu arah utara, menuju ke arah kanan (selatan). Masing-masing kotak hasil pembagian memiliki nama dan makna filosofis tersendiri.
Jika pintu diletakkan pada zona pertama (paling utara), maka areanya disebut Akasih Perih, yang melambangkan bahwa penghuni rumah akan sangat disayangi oleh lingkungan sekitar. Zona ketiga dinamakan Kina Bakten, yang membawa energi positif berupa rasa sangat dihormati. Sementara itu, zona keempat bernama Werdhi Guna yang berarti sangat bermanfaat, dan zona kelima disebut Dana Teka yang secara harfiah bermakna murah rezeki bagi pemiliknya.
Melalui edukasi intensif ini, masyarakat Bali diharapkan tetap memegang teguh filosofi Tri Hita Karana hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan yang diwujudkan secara nyata melalui struktur fisik bangunan rumah tinggal mereka.(NI 01)
