Sering Mendengkur Keras dan Tiba-tiba Berhenti Napas? Waspada Gejala Ini

Sering mendengkur keras yang disertai henti napas sejenak merupakan kondisi serius yang dikenal sebagai Obstructive Sleep Apnea (OSA).(WOKANDAPIX/pixabay)

DENPASAR, Nusainsight.com - Kebiasaan mendengkur atau ngorok keras saat tidur sering kali dianggap oleh masyarakat sebagai tanda bahwa seseorang sedang tertidur sangat nyenyak akibat kelelahan bekerja. Namun, dari kacamata medis, anggapan tersebut keliru. Sering mendengkur keras yang disertai henti napas sejenak merupakan kondisi serius yang dikenal sebagai Obstructive Sleep Apnea (OSA).

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (Kardiolog), dr. Erta Priadi Wirawijaya, Sp.JP, FIHA menjelaskan bahwa OSA terjadi akibat adanya penyempitan atau bahkan penutupan total pada saluran napas di tenggorokan saat seseorang sedang tidur. Kondisi ini dipicu oleh otot-otot tenggorokan yang terlalu rileks atau adanya penumpukan lemak di area leher.

"Saat saluran itu tertutup, oksigen tidak bisa masuk ke paru-paru. Secara otomatis, kadar oksigen dalam darah akan anjlok," ujar Dr. Erta dikutip dari edukasi di media sosial Tiktok.

Akibat penurunan kadar oksigen tersebut, organ jantung yang seharusnya beristirahat di malam hari terpaksa harus bekerja ekstra keras dan memompa darah sekuat tenaga demi mengirimkan sisa oksigen ke otak. Kondisi ini membuat tubuh mengalami stres berat sepanjang malam disertai pelepasan hormon stres seperti adrenalin, yang memicu lonjakan tekanan darah secara drastis.

Berdasarkan studi ilmiah bertajuk Association Between Obstructive Sleep Apnea and Cardiovascular Risk: A Systematic Review and Meta-Analysis of Prospective Cohort Studies, penderita OSA memiliki risiko dua kali lipat lebih tinggi untuk terkena serangan jantung dan stroke dibandingkan dengan mereka yang tidurnya tenang.

Selain risiko penyakit mematikan tersebut, penderita OSA umumnya mengeluhkan gejala penurunan kualitas hidup pada siang hari, seperti sering mengantuk, gampang marah, sulit berkonsentrasi, serta tetap merasa lelah meskipun merasa sudah cukup tidur. Gejala-gejala ini juga meningkatkan risiko kecelakaan kerja maupun kecelakaan lalu lintas secara drastis jika penderita mengoperasikan mesin berat atau menyetir kendaraan.

Sebagai solusi permanen, Dr. Erta menyarankan agar penderita yang memiliki gejala mendengkur parah segera melakukan konsultasi ke dokter untuk melakukan periksaan kesehatan jantung dan profil darah. Pada kasus OSA dengan kondisi yang sudah berat, penanganan medis dapat dibantu dengan menggunakan alat pernapasan khusus saat tidur yang disebut Continuous Positive Airway Pressure (CPAP).

"Jangan remehkan suara ngorok ya. Kalau ada sesuatu yang tersumbat di jalur kehidupan Anda, jangan ragu untuk segera periksa," pungkasnya.(NI 01)


Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال