![]() |
| Setelah 10 tahun, Jegog Suar Agung kembali menggelar tur budaya di Jepang. Pementasan di Toyota City dan Fukuoka disambut ribuan penonton yang antusias.(Istimewa) |
JEMBRANA, Nusainsight.com - Setelah sepuluh tahun absen dari panggung Jepang, kelompok seni Jegog Suar Agung akhirnya kembali menggema di Negeri Sakura. Dentuman bambu raksasa khas Jembrana itu kembali memikat publik Jepang melalui rangkaian tur budaya yang diawali dengan pementasan di Toyota City dan Fukuoka City.
Tur tersebut sebelumnya dilepas secara resmi oleh Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan pada Minggu, 15 Februari 2026. Kehadiran Jegog Suar Agung langsung menarik perhatian ribuan warga Jepang yang memadati arena pertunjukan. Antusiasme penonton menunjukkan bahwa seni musik bambu dari Bali Barat ini masih memiliki penggemar setia di Jepang.
Pementasan Jegog Suar Agung dipimpin oleh I Gede Oka Artha Negara, yang dikenal sebagai konseptor sekaligus pencipta komposisi musikal bambu dengan karakter kuat dan penuh dinamika. Ia merupakan putra dari maestro almarhum I Ketut Suwentra, tokoh legendaris yang dijuluki “Pekak Jegog” dan berjasa besar memperkenalkan kesenian Jegog ke panggung internasional.
Pada tur kali ini, Gede Oka juga melibatkan generasi muda dalam keluarga, yakni Okky Junior Sadewa dan Ikko Suar Agung Dewi, sebagai penari dalam pertunjukan. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya regenerasi agar seni Jegog tetap hidup dan berkembang.
Bagi Ikko Suar Agung Dewi, tampil di Jepang menjadi pengalaman yang penuh tantangan. Pasalnya, ini merupakan pertama kalinya ia ikut terlibat langsung dalam pementasan besar Jegog Suar Agung di panggung internasional. Tur ini tidak hanya dimaknai sebagai agenda pertunjukan, tetapi juga sebagai komitmen untuk menjaga keberlanjutan kesenian tradisi.
Ia menegaskan pentingnya regenerasi dan pembinaan generasi muda agar musikal bambu khas Jembrana tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Melalui keterlibatannya dalam Jegog Suar Agung, Ikko Dewi juga bertekad menjaga warisan leluhur agar tidak sekadar menjadi tradisi, tetapi terus berkembang sebagai kebanggaan budaya yang dikenal dunia, terlebih karena sang kakek merupakan maestro Jegog.
Dalam pementasan di Jepang, Gede Oka Artha Negara merancang komposisi khusus yang memadukan resonansi nada rendah bambu raksasa dengan ritme eksplosif serta dialog musikal antar-instrumen. Konsep tersebut menghadirkan nuansa megah yang mampu memikat penonton mancanegara tanpa meninggalkan pakem tradisi.
Kiprah Jegog Suar Agung di panggung internasional memang telah lama dikenal. Grup ini kerap tampil di berbagai negara dan Jepang menjadi salah satu panggung yang paling sering mereka datangi.
Setelah membuka tur di Toyota City dan Fukuoka, perjalanan budaya ini akan berlanjut ke sejumlah kota lain di Jepang dalam rangkaian tur selama 12 hari. Dentuman bambu dari Jembrana kembali menggema di Negeri Sakura, menegaskan bahwa Jegog Suar Agung bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan duta budaya yang menjembatani persahabatan Indonesia dan Jepang lintas generasi.(NI 01)
