![]() |
| Kurma menjadi menu favorit saat berbuka puasa. Ketahui manfaat kurma bagi kesehatan, mulai dari mengontrol gula darah, mencegah konstipasi hingga menjaga kesehatan otak.(Pixabay/pictavio) |
DENPASAR, Nusainsight.com - Kurma menjadi salah satu makanan khas yang hampir selalu hadir saat berbuka puasa. Buah berwarna cokelat dengan rasa manis alami ini tidak hanya sekadar tradisi saat Ramadan, tetapi juga memiliki berbagai manfaat kesehatan yang penting bagi tubuh setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
Kurma dikenal kaya akan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Dalam setiap buah kurma terkandung berbagai mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, zinc, selenium, hingga mangan. Kandungan tersebut berperan penting dalam menjaga fungsi kekebalan tubuh sekaligus membantu mencegah berbagai penyakit, termasuk kanker.
Selain itu, kurma juga memiliki sifat antiperadangan yang baik untuk kesehatan. Nutrisi dalam buah ini mampu membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan. Kurma juga mengandung tanin, yaitu jenis antioksidan alami yang termasuk dalam kelompok polifenol yang dikenal mampu melawan radikal bebas.
Tidak hanya itu, kurma juga mengandung berbagai jenis antioksidan yang membantu mencegah perkembangan penyakit kronis. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kurma dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung, kanker, maupun diabetes.
Rasa manis pada kurma berasal dari fruktosa, yaitu gula alami yang terdapat pada buah-buahan. Kandungan ini membuat kurma menjadi pilihan tepat untuk mengembalikan energi tubuh setelah berpuasa sepanjang hari. Karena itu, banyak orang memilih kurma sebagai menu pembuka sebelum menyantap makanan utama saat berbuka.
Beragam Manfaat Sehat Buah Kurma
Berkat kandungan nutrisi yang lengkap, kurma memberikan berbagai manfaat kesehatan jika dikonsumsi secara rutin saat berbuka puasa.
1. Mengontrol Kadar Gula Darah
Salah satu hal yang perlu diperhatikan saat berbuka puasa adalah lonjakan kadar gula darah. Oleh karena itu, penting memilih makanan yang tidak menyebabkan gula darah naik secara drastis.
Meski memiliki rasa manis, kurma justru termasuk makanan dengan indeks glikemik rendah. Kandungan serat di dalamnya membantu memperlambat penyerapan gula sehingga kadar gula darah tetap lebih stabil setelah makan.
Konstipasi atau susah buang air besar sering menjadi keluhan selama menjalankan puasa. Konsumsi kurma dapat membantu mengatasi masalah ini karena buah tersebut kaya akan serat. Serat membantu memperlancar sistem pencernaan sehingga risiko konstipasi dapat berkurang.
Rutin mengonsumsi kurma juga bermanfaat bagi kesehatan otak. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kandungan antioksidan dalam kurma dapat membantu menurunkan tanda-tanda peradangan yang berkaitan dengan penurunan fungsi saraf, termasuk risiko penyakit Alzheimer.
Meski memiliki banyak manfaat, konsumsi kurma tetap perlu dibatasi. Buah ini mengandung gula alami dan kalori yang cukup tinggi sehingga sebaiknya dikonsumsi secukupnya agar manfaatnya bisa dirasakan secara optimal.
Menghadirkan kurma saat berbuka puasa bukan hanya mengikuti tradisi, tetapi juga menjadi cara sederhana untuk membantu tubuh memulihkan energi sekaligus menjaga kesehatan selama menjalani ibadah puasa.(NI 01)
