![]() |
| Makanan khas Imlek seperti kue keranjang, ikan, dan pangsit memiliki makna doa, rezeki, serta keharmonisan keluarga di tahun baru.(Pixabay/omisido) |
DENPASAR, Nusainsight.com - Perayaan Imlek tidak lepas dari kehadiran berbagai hidangan khas yang sarat makna dan doa. Setiap makanan yang tersaji di meja keluarga bukan sekadar santapan, tetapi simbol harapan akan rezeki, kesehatan, hingga keharmonisan di tahun yang baru.
Kue keranjang atau nian gao menjadi sajian wajib karena melambangkan kemakmuran dan peningkatan rezeki setiap tahun. Ikan bandeng atau ikan utuh disajikan lengkap dari kepala hingga ekor sebagai simbol surplus rezeki dan kelengkapan hidup. Pangsit yang bentuknya menyerupai uang kuno dipercaya membawa kekayaan dan kemakmuran finansial.
Mi panjang umur disajikan tanpa dipotong sebagai harapan panjang usia. Yu sheng, salad ikan segar yang diaduk bersama, melambangkan keberuntungan, kesehatan, dan rezeki. Ayam atau bebek utuh mencerminkan keutuhan serta keharmonisan keluarga.
Jeruk mandarin hadir sebagai lambang emas, keberuntungan, dan rezeki. Manisan dalam wadah segi delapan atau tray of happiness berisi delapan jenis penganan yang menyimbolkan kesuburan, kesehatan, dan kebahagiaan. Lumpia yang menyerupai emas batangan dipercaya membawa kekayaan, sementara ronde atau tang yuan melambangkan kebersamaan keluarga.
Kue mangkok yang merekah menjadi tanda rezeki yang berkembang. Seluruh hidangan ini umumnya disantap bersama keluarga sebagai wujud syukur dan doa agar tahun baru membawa keberuntungan serta kehidupan yang lebih baik.(NI 01)
