![]() |
| Warung tradisional di Desa Budaya Kertalangu Denpasar menyajikan nasi campur Bali otentik seharga Rp 30 ribu dengan suasana adat dan cita rasa khas.(NI 01) |
DENPASAR, Nusainsight.com - Suasana pedesaan yang tenang dan nuansa tradisional Bali masih terasa kuat di sebuah warung makan yang berada di kawasan Desa Budaya Kertalangu, Denpasar. Tempat makan sederhana ini menjadi rujukan baru bagi pecinta kuliner lokal yang ingin menikmati hidangan khas Bali dengan cita rasa autentik dan harga terjangkau.
Warung tersebut menawarkan berbagai olahan ayam, kambing, dan bebek dengan bumbu tradisional. Pengunjung disambut suasana sejuk, bangunan bernuansa adat, serta penyajian makanan yang mempertahankan cara lama. Menu andalan berupa nasi campur Bali dijual mulai Rp30.000 per porsi.
Sajian nasi campur terdiri dari lawar ayam, sate lilit, sayur daun ubi dengan base genep, kacang goreng, sambal, serta olahan ayam berbumbu khas yang sekilas menyerupai ayam betutu. Semua menu disarankan untuk dicampur agar rasa bumbu menyatu dan lebih nikmat.
Pemilik warung menegaskan komitmennya menjaga kuliner tradisional agar tidak hilang di tengah arus modernisasi. Ia menyebut, generasi muda perlu mengenal kembali makanan lokal sebagai bagian dari identitas budaya. Warung yang dikelolanya sengaja mempertahankan resep dan cara memasak tradisional agar rasa tetap autentik.
Selain makanan, tersedia minuman tradisional seperti minuman sereh dan kopi khas Bali yang disajikan sederhana namun beraroma kuat. Kombinasi suasana, rasa, dan harga menjadikan tempat ini ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun warga sekitar.
Keberadaan warung tradisional di kawasan Kertalangu menjadi bukti bahwa kuliner lokal masih memiliki tempat di hati masyarakat. Upaya mempertahankan resep, bumbu, dan cara penyajian lama dinilai penting untuk menjaga kearifan lokal Bali.
Bagi pencinta kuliner, warung ini layak menjadi destinasi singgah saat berada di Denpasar. Selain menikmati makanan, pengunjung juga bisa merasakan langsung atmosfer tradisional yang semakin jarang ditemui di perkotaan.(NI 01)
