![]() |
| Parade ogoh-ogoh Kala Rau meriahkan Bandara Ngurah Rai Bali jelang Nyepi 1948, hadirkan pengalaman budaya bagi penumpang domestik dan internasional.(Humas API) |
MANGUPURA, Nusainsight.com– Suasana berbeda tampak di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali pada Senin (16/03/26). Sosok Kala Rau dan Dewi Ratih hadir mengelilingi area bandara melalui parade ogoh-ogoh yang memukau para penumpang domestik maupun internasional.
Parade ini digelar dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948. PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) sebagai pengelola bandara menghadirkan thematic event bertema Kala Rau di area kedatangan domestik dan internasional.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan seni, tradisi, dan budaya Bali kepada para pengguna jasa bandara. Melalui parade tersebut, penumpang tidak hanya melakukan perjalanan, tetapi juga mendapatkan pengalaman budaya khas Pulau Dewata.
Ogoh-ogoh yang diarak menggambarkan sosok raksasa Kala Rau yang sedang memakan bulan, serta Dewi Ratih sebagai simbol keseimbangan antara kekuatan baik dan buruk dalam kehidupan. Atraksi ini semakin hidup dengan iringan musik Baleganjur serta penampilan sendratari Kala Rau Memakan Bulan.
Parade ogoh-ogoh merupakan hasil kolaborasi antara manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai, Suka Duka Umat Hindu Angkasa Pura Indonesia, dan Sanggar Krisna Batubulan. Iring-iringan ogoh-ogoh bergerak dari area keberangkatan domestik menuju kedatangan internasional pada pukul 16.30 WITA.
Setelah menampilkan sendratari di terminal internasional, parade kembali bergerak ke area kedatangan domestik untuk menghibur pengguna jasa yang berada di lokasi tersebut.
General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bandara dalam memperkenalkan budaya Bali kepada dunia.
“Bandara tidak hanya menjadi tempat perjalanan, tetapi juga menjadi gerbang pertama bagi wisatawan untuk mengenal budaya Bali. Dalam menjalankan peranan sebagai wajah dan etalase bangsa, kami ingin menghadirkan customer experience yang berkesan dan penuh makna dalam menyambut Hari Raya Nyepi melalui parade ogoh-ogoh bertema Kala Rau ini,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, pihak bandara berharap penumpang tetap dapat merasakan atmosfer budaya Bali meski berada di lingkungan bandara. Selain memberikan hiburan, parade ini juga mendukung pelestarian seni dan budaya lokal yang telah mengakar kuat.
Antusiasme juga datang dari salah satu penumpang asal Jakarta, Evelyn. Ia mengaku terkesan dengan pengalaman yang didapat setibanya di Bali.
“Seru banget karena kita datang ke Bali langsung disambut dengan parade ogoh-ogoh. Semoga parade seperti ini bisa terus dilakukan untuk mempromosikan budaya Bali ke masyarakat luas,” serunya.
Menutup pernyataannya, Nugroho Jati menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Nyepi kepada masyarakat yang merayakan.
“Kami ucapkan Selamat Hari Raya Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1948 kepada seluruh masyarakat yang merayakan. Semoga kedamaian menyertai kita semua di momen yang suci ini. Kami senantiasa berkomitmen untuk memberikan pelayanan sepenuh hati kepada seluruh pengguna jasa Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, dengan secara konsisten menghadirkan berbagai thematic event budaya dalam berbagai momentum,” pungkas Nugroho Jati.(NI 01)
