![]() |
| Benarkah menanam bunga bougenville di rumah bisa memicu boros dan foya-foya? Simak penjelasan lengkap terkait mitos kembang kertas dan dampaknya bagi keuangan keluarga.(Ilustrasi) |
DENPASAR, Nusainsight.com - Sebuah unggahan video di media sosial TikTok mendadak menjadi sorotan netizen setelah seorang pria secara lantang melarang masyarakat untuk menanam bunga bougenville atau yang akrab disebut kembang kertas di area rumah. Bukan tanpa alasan, pria tersebut mengklaim bahwa keberadaan tanaman hias populer ini dapat memicu perilaku boros dan gaya hidup foya-foya bagi penghuninya. Ini dikarenakan energi atau dampak dari menanam bunga bougenville sangat tidak baik untuk kondisi finansial rumah tangga. Mitos atau Fakta?
Dalam beberapa literatur feng shui, tanaman yang memiliki duri tajam, seperti bougenville memang kerap disarankan untuk tidak diletakkan di area pintu masuk utama karena dianggap dapat memecah energi positif atau membawa energi "tajam" (sha qi). Namun, mengaitkannya secara langsung dengan perilaku konsumtif, foya-foya, dan hilangnya sirkulasi uang secara drastis dinilai tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Secara logis, para pakar keuangan dan perilaku menyepakati bahwa sifat boros atau gemar berfoya-foya murni disebabkan oleh faktor psikologis, lemahnya kontrol diri, manajemen keuangan yang buruk, serta pengaruh lingkungan sosial penghuninya, bukan karena jenis tanaman yang tumbuh di pekarangan.
Bunga bougenville sendiri merupakan salah satu tanaman hias paling populer di Indonesia karena perawatannya yang sangat mudah dan kemampuannya tumbuh subur di iklim tropis. Keindahan kelopaknya yang berwarna-warni seperti merah muda, ungu, oranye, dan putih menjadikannya pilihan utama untuk mempercantik pembatas jalan maupun halaman rumah.
Hingga saat ini, video larangan menanam kembang kertas tersebut terus menuai perdebatan netizen antara yang mempercayai filosofi energi tanaman dan mereka yang mengedepankan logika rasional dalam mengatur keuangan rumah tangga.(NI 01)
