![]() |
| Kebiasaan memasang setting suhu terlalu rendah justru menjadi penyebab utama kerusakan perangkat AC dan melambungnya tagihan listrik bulanan rumah tangga.(Pixabay/Tumisu) |
DENPASAR, Nusainsight.com - Kebanyakan pengguna pengondisi udara (air conditioner/AC) di rumah masih sering terjebak dalam persepsi yang keliru terkait pengaturan temperatur pada remote AC. Banyak masyarakat menganggap bahwa semakin rendah angka suhu yang dipasang, seperti 16 atau 17 derajat Celsius, maka udara dingin yang disemburkan perangkat akan keluar lebih cepat dan lebih dingin.
Padahal, kebiasaan memasang setting suhu terlalu rendah justru menjadi penyebab utama kerusakan perangkat AC dan melambungnya tagihan listrik bulanan rumah tangga.
Angka yang tertera pada layar remote AC sejatinya bukanlah indikator seberapa dingin udara yang disemburkan oleh unit indoor. Angka tersebut merupakan suhu target ruangan yang diinginkan oleh pengguna.
Ketika suhu target disetel pada kisaran 16 hingga 18 derajat Celsius, unit kompresor akan dipaksa bekerja ekstra keras tanpa henti untuk mencapai target tersebut. Dalam kondisi iklim tropis, ruangan rumah umumnya sangat sulit atau bahkan tidak mungkin mencapai temperatur semurah itu. Akibatnya, kompresor terus beroperasi dengan beban maksimal ibarat seseorang yang dipaksa mengangkat beban melebihi kapasitas fisiknya.
Beban kerja yang berlebihan ini berisiko tinggi memperpendek umur pakai komponen AC, memicu kerusakan fatal pada kompresor, dan mengonsumsi daya listrik dalam jumlah besar secara terus-menerus.
Untuk menjaga efisiensi energi serta daya tahan unit AC, terdapat formula dan batasan suhu yang disarankan saat menyetel termostat. Seperti, batas ideal selisih antara suhu udara di luar ruangan dengan suhu target AC adalah maksimal 10 derajat Celsius. Sebagai contoh, jika suhu luar ruangan mencapai 31 derajat Celsius, maka pengaturan suhu AC yang ideal berada di angka 21 derajat Celsius.
Disarankan memasang suhu optimal pada kisaran 22 derajat Celsius dan menghindari pengaturan di bawah 20 derajat Celsius. Saat tidur di malam hari, suhu ideal yang direkomendasikan berada di angka 25 derajat Celsius guna menyesuaikan dengan penurunan suhu tubuh dan lingkungan.
Penerapan temperatur AC secara bijak memberikan sejumlah manfaat signifikan bagi pemilik rumah, yakni kompresor dapat beristirahat (mematikan sirkulasi pendinginan sementara) ketika suhu target tercapai, sehingga konsumsi daya listrik berkurang drastis. Komponen kompresor tidak mengalami overheating atau kehausan dini akibat beban kerja ekstrem. Ruangan tetap terasa sejuk pas tanpa menimbulkan rasa dingin berlebihan yang mengganggu kesehatan.
Dengan memahami cara kerja termostat dan menghentikan kebiasaan menyetel AC di angka ekstrem, pengguna dapat menikmati udara sejuk sekaligus menjaga kondisi finansial dan keawetan elektronik rumah tangga.(NI 01)
