![]() |
| Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyalurkan bantuan bagi korban banjir bandang di Desa Banjar, Buleleng, termasuk pemulihan fasilitas SDN 5 Banjar dan logistik pengungsi.(Humas Pertamina) |
BULELENG, Nusainsight.com – Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyalurkan bantuan kebencanaan kepada warga Desa Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, yang terdampak banjir bandang pada Jumat (6/3/26) malam. Bantuan ini merupakan respons cepat perusahaan untuk membantu pemulihan fasilitas pendidikan sekaligus memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak bencana.
Penyerahan bantuan berlangsung pada Selasa (10/3) di dua lokasi, yakni SDN 5 Banjar dan Posko Pengungsian Desa Banjar. Kegiatan ini melibatkan beberapa unit operasi Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, yaitu Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai, Fuel Terminal Sanggaran, serta Integrated Terminal Manggis.
Banjir bandang yang menerjang wilayah tersebut menyebabkan sejumlah fasilitas di SDN 5 Banjar terendam dengan ketinggian air mencapai 1,5 hingga 2 meter. Akibatnya, sejumlah peralatan sekolah seperti komputer, kipas angin, dan perlengkapan belajar mengalami kerusakan. Selain itu, pagar sekolah sepanjang sekitar 30 meter juga roboh diterjang derasnya arus air sehingga aktivitas belajar mengajar sempat terganggu.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng mencatat sekitar 250 kepala keluarga terdampak dalam peristiwa tersebut. Sebagian warga bahkan harus mengungsi sementara waktu untuk menghindari dampak banjir.
Melihat kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus bergerak cepat menyalurkan bantuan guna mendukung pemulihan fasilitas pendidikan di SDN 5 Banjar sekaligus membantu kebutuhan warga yang berada di posko pengungsian.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan Pertamina berkomitmen untuk selalu hadir membantu masyarakat, khususnya saat terjadi bencana.
“Ketika bencana terjadi, yang paling dibutuhkan adalah respon cepat agar masyarakat bisa segera bangkit kembali. Melalui bantuan ini kami berharap proses pemulihan, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat Desa Banjar, dapat berjalan lebih cepat sehingga aktivitas warga dan kegiatan belajar anak-anak bisa kembali normal,” ujar Ahad.
Untuk mendukung kegiatan belajar di SDN 5 Banjar, Pertamina menyalurkan bantuan berupa pompa air Shimizu, rak buku besi, serta perlengkapan alat tulis. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Guru PJOK SDN 5 Banjar, Ketut Semadi.
Ketut Semadi menyampaikan bahwa bantuan tersebut sangat membantu pihak sekolah dalam memulihkan proses belajar mengajar setelah terdampak banjir.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan dari Pertamina Patra Niaga. Kondisi sekolah sempat cukup terdampak karena banyak fasilitas yang rusak akibat terendam banjir. Bantuan buku, alat tulis, dan rak buku ini tentu sangat membantu kami agar anak-anak bisa kembali belajar dengan lebih nyaman,” ujarnya.
Selain membantu sekolah, Pertamina juga menyalurkan bantuan bagi warga di Posko Pengungsian Desa Banjar berupa logistik makanan, logistik non-makanan, obat-obatan, serta hygiene kit untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi. Bantuan tersebut diterima oleh Erik Sasrawan selaku Kasi Pemerintahan Desa Banjar.
Erik Sasrawan turut menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan kepada masyarakat Desa Banjar.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Pertamina Patra Niaga. Bantuan ini sangat membantu warga kami yang terdampak banjir, khususnya bagi mereka yang masih berada di posko pengungsian. Semoga kepedulian ini membawa manfaat bagi masyarakat Desa Banjar,” ungkapnya.
Sebagai Badan Usaha Milik Negara, Pertamina terus menunjukkan kepedulian terhadap isu lingkungan dan kebencanaan di Indonesia. Komitmen tersebut tercermin melalui berbagai aksi tanggap darurat yang secara konsisten dilakukan perusahaan untuk membantu masyarakat terdampak bencana di berbagai daerah.
Dengan dukungan logistik, energi, serta kebutuhan dasar masyarakat, Pertamina berupaya mendorong pemulihan komunitas terdampak agar dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.(NI 01)
