Menilik Pura Kiwa Tengan, Tempat Suci Penciptaan Alam di Kawasan Besakih

Pura Kiwa Tengan, sebuah pelinggih sakral yang diyakini sebagai simbol cikal bakal penciptaan alam semesta.(NI 01)

KARANGASEM, Nusainsight.com - Kawasan Suci Pura Agung Besakih, yang dikenal sebagai pusat spiritual umat Hindu di Bali, ternyata menyimpan tempat pemujaan yang sarat akan nilai kosmologis namun belum banyak diketahui khalayak luas. Tempat tersebut adalah Pura Kiwa Tengan, sebuah pelinggih sakral yang diyakini sebagai simbol cikal bakal penciptaan alam semesta

 Terletak di bagian hulu (ning hulu) atau tepat di atas Pura Penataran Agung Besakih, pura ini menjadi tujuan spiritual penting, khususnya bagi umat (semeton) yang belum mengetahui garis keturunan atau kawitan mereka. Pura Kiwa Tengan hadir sebagai ruang spiritual universal di mana siapa saja dapat melakukan persembahyangan (tangkil) tanpa memandang batas silsilah keluarga. Secara fisik, Pura Kiwa Tengan memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari pelinggih lain. Di area ini, terdapat dua pelinggih kembar yang mendominasi pemandangan, masing-masing dihiasi dengan kain penutup (wastra) berwarna putih dan kuning. 

Warna putih dan kuning tersebut bukan sekadar hiasan, melainkan representasi dari konsep spiritual yang mendalam. Seperti, Putih dan Kuning yang menyimbolkan dualisme yang saling melengkapi (Rua Bhineda), seperti konsep Purusa (unsur maskulin/jiwa) dan pradana (unsur feminin/materi). Pertemuan kedua unsur ini diyakini sebagai poros utama yang menjaga keselarasan dan keseimbangan alam semesta. 

Selain menjadi tempat pemujaan bagi umat yang mencari akar spiritualnya, Pura Kiwa Tengan juga memiliki fungsi sosial-keagamaan yang kuat. Pelinggih di pura ini diyakini oleh masyarakat setempat sebagai tempat suci untuk nunas pretisentana, sebuah ritual memohon dianugerahi keturunan bagi pasangan yang belum dikaruniai anak.(NI 01)
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال