![]() |
| Banyak pasien datang dalam kondisi bugar tanpa keluhan, namun saat dilakukan pemeriksaan, tekanan darah mereka justru menyentuh angka kritis 180/110.(Pixabay/geraldoswald62) |
DENPASAR, Nusainsihght.com – Anda merasa bugar, rutin lari pagi setiap hari, dan tidak pernah merasakan pusing sama sekali? Jangan lengah. Kondisi fisik yang tampak prima di luar ternyata bisa menyimpan "bom waktu" mematikan di dalam tubuh.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Erta, mengungkapkan sebuah fakta medis yang mengerikan di ruang praktiknya. Banyak pasien datang dalam kondisi bugar tanpa keluhan, namun saat dilakukan pemeriksaan, tekanan darah mereka justru menyentuh angka kritis 180/110. Fenomena inilah yang membuat hipertensi atau tekanan darah tinggi dijuluki sebagai The Silent Killer (pembunuh dalam senyap).
"Ini adalah jebakan paling mematikan bagi penderita tekanan darah tinggi. Anda bisa merasa seperti superhero di luar, padahal di dalam tubuh Anda sedang terjadi kerusakan sistemik yang masif," ujar dr. Erta dalam edukasi kesehatannya.
Mengapa Hipertensi Merusak Tanpa Peringatan?
Secara patofisiologis, dr. Erta menganalogikan pembuluh darah manusia seperti selang air. Ketika tekanan darah melonjak tinggi, aliran darah yang mengalir terlalu kencang secara perlahan tapi pasti akan mengikis dan merusak lapisan bagian dalam pembuluh darah tersebut.
Uniknya, kerusakan ini sama sekali tidak menimbulkan gejala fisik yang nyata. Kerusakan pembuluh darah ini, yakni tidak memicu rasa gatal, tidak membuat tubuh demam, dan membuat pasien tetap bisa beraktivitas normal seperti biasa.
Namun, saat dinding pembuluh darah sudah terkikis hingga sangat tipis dan rapuh, tekanan sedikit saja dapat membuatnya pecah. "Saat itulah serangan jantung atau stroke terjadi secara mendadak, tanpa peringatan sama sekali," tegasnya.
Dampak destruktif hipertensi tidak berhenti di pembuluh darah jantung dan otak. dr. Erta mengingatkan bahwa organ-organ sensitif lain seperti ginjal dan mata juga menjadi sasaran utama komplikasi degeneratif ini.
Ketika tekanan darah tidak terkontrol, saringan halus di dalam ginjal akan rusak dan tidak dapat diperbaiki kembali. Akibatnya, fungsi ginjal menurun drastis dan memaksa pasien untuk menjalani cuci darah seumur hidup. Begitu pula dengan pembuluh darah di mata yang jika pecah dapat mengakibatkan kebutaan permanen.
Langkah preventif terbaik bukanlah menunggu munculnya gejala, melainkan aktif melakukan investasi kesehatan melalui skrining berkala. Filosofi kalau merasa sakit baru ke dokter sangat tidak berlaku untuk penyakit degeneratif seperti hipertensi.
"Mencegah sebuah selang agar tidak pecah itu jauh lebih mudah daripada menambalnya saat air sudah menyembur ke mana-mana," pungkas dr. Erta.
Masyarakat diimbau untuk tidak menunggu gejala muncul. Satu-satunya cara paling sederhana dan akurat untuk mengetahui kondisi pembuluh darah Anda adalah dengan melakukan cek tekanan darah secara berkala, baik secara mandiri menggunakan tensimeter digital di rumah maupun di klinik terdekat. Kesadaran mendeteksi dini angka tensi secara jujur jauh lebih berharga daripada perasaan bugar yang menipu.(NI 01)
